Asap rokok memiliki partikel kecil berukuran kurang dari satu mikron, jika dihirup bisa masuk ke jaringan paru dan menempel di saluran nafas, berbeda dengan debu, kasar yang memiliki partikel yang berukuran lebih besar sekitar 20-40 mikron yang sering kali menyangkut di tenggorokan. Dampak pada bayi: ibu hamil yang merokok memiliki resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) enam kali lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak merokok. Efek merokok waktu hamil bisa mengganggu pematangan fungsi saluran nafas dan paru janin, sehingga si kecil lebih rentan terkena berbagai macam gangguan pernafasan. Ada fakta penting lain, “ada laporan walaupun tidak banyak penelitiannya, bahwa bayi yang lahir dari para ibu yang merokok mengalami insiden mati mendadak atau sudden infant death syindrome (SIDS) lebih tinggi dari pada bayi ibu yang tidak merokok”, jelas Dr.Dani. Pertahanan tubuh di lemahkan: jika di lingkungan kita ada yang merokok, efeknya akan menyerang sistem pernafasan. Anak dengan mudah terkena saluran pernafasan bawah (ISPA bawah). Penyakit ISPA bawah antara lain, bronkitis, bronkiolitis dan pneumonia. Anak yang terkena paparan asa rokok akan lebih rentan terkena penyakit, karena asap rokok bisa mngganggu daya tahan likal (mekanisme pertahanan tubuh) dengan cara di lemahkan. Rokok adalah produk yang berbahaya dan adiktif (menimbulkan ketergatungan) karena di dalam rokok mengandung 4000 bahan kimia berbahaya yang 69 diantaranya merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan kanker). Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok antara lain: tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin, nitrosamine, dll. Padahal rokok/tembakau dapat menyebabkan berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan gangguan pembuluh darah, stroke, kanker paru, dan kanker mulut. Di samping itu, rokok juga menyebabkan penurunan kesuburan, peningkatan insidens hamil diluar kandungan, pertumbuhan janin (fisik dan IQ) yang melambat, kejang pada kehamilan, gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal. Lebih 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar asap tembakau dapat mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkitis dan infeksi saluran pernapasan dan telinga serta asma”Kesehatan yang buruk di usia dini menyebabkan kesehatan yang buruk di saat dewasa”, imbuh Menkes.. Dengan mengutip d] ata The Global Youth Survey Tahun 2006, Menkes menambahkan, 6 dari 10 pelajar (64,2%) yang disurvei terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Lebih dari sepertiga (37,3%) merokok, bahkan 3 diantara 10 pelajar atau 30,9% pertama kali merokok pada umur dibawah 10 tahun.
"be good to smoker cause they dont have much time left"